Cerita Tentang Gaya Komunikasi …


Komunikasi itu perlu, dan tidak bisa dipungkiri lagi ….

Setiap hubungan pasti membutuhkan gaya komunikasi yg berbeda-beda, dan dengan seiringnya waktu, pasangan itu mempunyai pemahaman mengenai sifatnya yg akhirnya terbentuk dari pola komunikasinya itu.

Akhir-akhir ini aku melihat komunikasi sebuah rumah tangga, yang aku rasa aku pernah mengalaminya😀

Di suatu hari, dan saat itu … hmmm … mungkin pagi jam 10an, aku harus mengerjakan sesuatu dan itu pun didampingi oleh seorang istri dari seseorang🙂 pas asyiknya aku ngerjain di depan kompie nya yg super cepet itu (hasil rakitanku juga sih sebenarnya) tiba-tiba ada suara nyaring bunyinya, dan itu ada di BB kepunyaannya. Secara tidak sengaja pun aku mendengarkan percakapan mereka, ya jelaslah karena aku di sebelahnya kan yaa …😀

Yg aku tangkap, suaminya menanyakan lagi dimana dan ngapain aja ma siapa ? trus ada merencanakan untuk makan siang kalau kerjaannya sudah kelar.

hmmm …..

Pagi-pagi nelpon cuman buat nanyain gitu doang … ?? padahal mereka kan satu rumah …😛

Di hari yg lain pun, saat itu siang hari pas kebetulan ada meeting grup di suatu restoran. Ada suara telpon juga dari suaminya itu, dan pertanyaannya pun hampir sama. Dan disuatu hari yg lain, cuman mengabarkan kalau sudah di luar kota dan ada rencana mau ngapain dan ngapain gitu😀 …. hmmmm ….

Apakah itu dikatakan posesif ?? atau itu komunikasi yg membentuk suatu perhatian dari hal – hal yang kecil ??

Menurutku secara pribadi, itu justru bentuk komunikasi kasih sayang antar pasangan itu sendiri yg kebetulan mereka sudah berumah tangga.

Ada lagi pasangan rumah tangga muda yang lumayan seru juga …..

Dimana-mana mereka selalu bersamaan terus, kalo si suaminya ini capek istrinya yg nyopirin kemana-mana mereka mau, meski secara default yg nyopirin sih si suami itu.

Kalau dilihat sih, mereka pasangan yang cuek beibeh … Tapi justru karena kecuekannya itu, mereka memahami karakter satu sama lainnya ….

Apalagi kalo mereka ada kode untuk berkasih sayang, dan itu juga tergantung dari salah satunya lagi mood buat meladeninya atau tidak, atau mereka berusaha mencuri-curi waktu sampai menunggu anaknya terlelap di dalam tidur.

Tapi kalo misalkan salah satunya keluar rumah sendiri, belum pernah aku dengar suara telpon berdering menanyakan lagi dimana ma siapa dan ngapain aja. Cuman kemungkinan sih, sudah ijin terlebih dahulu kali yaa ….

Dari contoh diatas bisa aku simpulkan secara pengamatan seorang [H]Yudee ….

Setiap pasangan itu mempunyai gaya komunikasi yg berbeda-beda dan dari situ terbentuk tingkat kenyamanan di antara pasangan itu sendiri.

Awalnya kemungkinan ada semacam paksaan untuk membiasakan berkomunikasi, tapi lama kelamaan itu menjadikan kebiasaan yang membentuk suatu karakter dan akhirnya bisa saling mengenali karakter masing-masing.

Suatu pelajaran yg pernah aku alami selama menjalani hubungan jarak jauh …

Komunikasi itu penting, apalagi untuk hubungan jarak jauh, karena cuma dengan komunikasi itu sendiri, kita bisa saling mencurahkan perhatian sekecil apapun itu. Dan sampai akhirnya, gagal karena komunikasi yg aku bentuk bukannya memberi kenyamanan, melainkan malah mengekang dan juga karena faktor lain. Komunikasi yg gagal baru diketahui akhir dari hubungan tinimbang pas awal menjalin hubungan……. =))

 

salam

[H]Yudee

About hyudee

Lelaki tampan yang sweety like a pussy cat ini suka banget menulis dan foto. Hi ! nicknameku Hyudee, Blogger yang saat ini sedang tinggal di kota Semarang :) View all posts by hyudee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: